Nyawa Lahir Bersama dengan Matinya Kemanusiaan
Belakangan ini ramai kritik terhadap kebijakan yang mensyaratkan penerima bantuan sosial (bansos) untuk menjalani vasektomi. Isu ini langsung mengundang gelombang penolakan, bahkan sebagian menyebutnya haram. Yang menarik, kemarahan itu begitu cepat datang ketika tubuh laki-laki mulai diatur. Padahal selama puluhan tahun, tubuh perempuan selalu jadi sasaran program pengendalian penduduk mulai dari suntik KB, pil hormonal, IUD, hingga implan yang efek sampingnya begitu berat. Tapi anehnya, hampir tak ada yang menyebutnya haram. Tak ada gelombang kritik seheboh ini. Seolah-olah, perempuan memang sudah sewajarnya memikul semuanya sendirian. Dalam diam, perempuan menjalani prosedur medis yang mengubah siklus tubuhnya. Dalam diam, perempuan menahan efek samping yang tak jarang merusak metabolisme, memperparah emosi, hingga mengganggu kesehatan reproduksi. Semua atas nama program KB. Dan semua itu dianggap biasa. Tapi ketika kini muncul wacana vasektomi prosedur ringan dan jauh lebih ...